ANIMASI

UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Bimbingan dam Konseling

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

luluslah dengan IPK yang memuaskan

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

jadilah kebanggaan orang tua dengan lulus tepat waktu

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Jumat, 19 Desember 2014

materi PPT TIK BK

untuk mendownload materi ANALISIS SWOT TIK BK klik disini UNTUK MENDOWNLOAD MATERI PEMBELAJARAN MODERN BK klik disini untuk mendownload materi PERANAN DAN MANFAAT TIK klik disini untuk mendownload materi PROGRAM PEMERINTAHAN DAN SWASTA DALAM IMPLEMENTASI UNTUK BK klik disini untik mendownload PEMBELAJARAN MODERN BK klik diini untik mendownload SEJARAH KOMPUTER klik disini untik mendownload KOMPONEN HARDWARE DAN SOFTWARE DALAM LAYANAN BK klik disini untik mendownload HUBUNGAN TIK DENGAN KOMPUTER klik diini

Selasa, 09 Desember 2014

komunitas dan perubahan sosial



BAB I
PENDAHULUAN


1.1  Latar Belakang
Pengertian komunitas menurut Kertajaya Hermawan adalah sekelompok orang yang saling peduli satu sama lain lebih dari yang seharusnya, dimana dalam sebuah komunitas terjadi relasi pribadi yang erat antar para anggota komunitas tersebut karena adanya kesamaan interest atau values . Dalam kehidupan, setiap masyarakat pasti akan membentuk sebuah komunitas karena adanya kesamaan tujuan yang ingin dicapai. Dalam komunitas , setiap masyarakat akan mengalami perubahan-perubahan, tidak ada sekelompok komunitas manapun yang tidak berubah. Perubahan tersebut terjadi dalam bidang kehidupan, salah satunya yaitu bidang social yang biasa dikenal dalam masyarakat sebagai perubahan sosial.
Perubahan sosial yang terjadi dalam kehidupan masyarakat dipengaruhi oleh berbagai faktor dan juga perubahan dapat menuju ke arah positif maupun menuju arah yang negatif. Dalam hal ini, berarti perubahan yang terjadi dapat membuat lebih baik, namun juga sebaliknya. Tentunya perubahan tersebut dipengaruhi oleh berbagaifaktor dan mempunyai berbagai dampak sendiri bagi kehidupan masyarakat. Banyak ahli yang mempunyai pendapat yang berbeda-beda tentang perubahan sosial tersebut. Oleh karena itu , kami membuat makalah yang berjudul ”Komunitas dan Peubahan Sosial ” agar kami lebih mengetahui lebih jauh tentang komunitas dan perubahan sosial.

1.2  Rumusan Masalah
1.      Apa yang dimaksud dengan pengertian perubahan sosial?
2.      Apa saja faktor terjadinya perubahan sosial?
3.      Apa saja tipe-tipe jenis perubahan sosial ?
4.      Bagaimana partisipasi warga dalam perubahan sosial?

1.3  Tujuan Masalah
1.      Untuk mengetahui pengertian perubahan sosial
2.      Untuk mengetahui factor terjadinya perubahan sosial
3.      Untuk mengetahui tipe-tipe jenis perubahan sosial
4.      Untuk mengetahui partisipasi warga dalam perubahan sosial

  
 
BAB II
PEMBAHASAN


A.    Pengertian komunitas
Pengertian komunitas menurut Kertajaya Hermawan adalah sekelompok orang yang saling peduli satu sama lain lebih dari yang seharusnya, dimana dalam sebuah komunitas terjadi relasi pribadi yang erat antar para anggota komunitas tersebut karena adanya kesamaan interest atau values. Masyarakat menunjukan ide orang datang bersama-sama dalam beberapa usaha bersama atau kedekatan geografis, dn berkonotasi kelompok, lingkungan dan besar.

B.     Pengertian Perubahan Sosial
Perubahan-perubahan yang terjadi di dalam masyarakat pada umumnya menyangkut hal yang kompleks. Dibawah ini merupakan pengertian perubahan social menurut para ahli yaitu :
1.      William F.Ogburn mengemukakan bahwa “ruang lingkup perubahan-perubahan sosial meliputi unsur-unsur kebudayaan baik yang material maupun yang immaterial, yang ditekankan adalah pengaruh besar unsur-unsur kebudayaan material terhadap unsur-unsur immaterial”.
2.      Kingsley Davis mengartikan “perubahan sosial sebagai perubahan-perubahan yang terjadi dalam struktur dan fungsi masyarakat”.
3.      MacIver mengatakan “perubahan-perubahan sosial merupakan sebagai perubahanperubahan dalam hubungan sosial (social relationships) atau sebagai perubahan terhadap keseimbangan (equilibrium) hubungan sosial”.
4.      JL.Gillin dan JP.Gillin mengatakan “perubahan-perubahan sosial sebagai suatu variasi dari cara-cara hidup yang telah diterima, baik karena perubahan-perubahan kondisi geografis, kebudayaan material, komposisi penduduk, idiologi maupun karena adanya difusi ataupun penemuan-penemuan baru dalam masyarakat”.
5.      Samuel Koenig mengatakan bahwa “perubahan sosial menunjukkan pada modifikasimodifikasi yang terjadi dalam pola-pola kehidupan manusia”.f. Definisi lain adalah dari Selo Soemardjan. Rumusannya adalah “segala perubahanperubahan pada lembaga-lembaga kemasyarakatan di dalam suatu masyarakat, yang mempengaruhi sistem sosialnya, termasuk di dalamnya nilai-nilai, sikap dan pola perilaku di antara kelompok-kelompok dalam masyarakat”.
Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pengertian perubahan sosial adalah perubahan hubungan sosial yang terjadi pada masyarakat yang mencakup perubahan dalam struktur dan fungsi dari suatu masyarakat, ataupun karena terjadinya perubahan dari faktor lingkungan, karena berubahnya komposisi penduduk, keadaan geografis, serta berubahnya sistem hubungan sosial, maupun perubahan pada lembaga kemasyarakatannya.

C.    Faktor Penyebab terjadinya Perubahan Sosial          
Perubahan sosial dapat disebabkan oleh faktor-faktor yang berasal dari dalam masyarakat itu sendri (internal) atau faktor-faktor yang berasl dari luar masyarakat (eksternal).
1.      Faktor Internal
·         Bertambah atau berkurangnya penduduk
 Bertambah atau berkurangnya penduduk dapat dilihat dari pertambahan penduduk yang sangat cepat di pulau Jawa menyebabkan terjadinya perubahan dalam struktur masyarakat, terutama lembaga-lembaga kemasyarakatannya. Contohnya, seseorang mengenal hak milik individu atas sewa tanah yang sebelumnya tidak dikenal. Berkurangnya penduduk mungkin disebabkan berpindahnya penduduk dari desa ke kota atau dari daerah ke daerah lain (misalnya transmigrasi). Perpindahan penduduk mengakibatkan kekosongan, misalnya dalam bidang pembagian kerja dan stratifikasi sosial, yang mempengaruhi lembaga-lembaga kemasyarakatan.
·         Penemuan-penemuan baru
Penemuan-penemuan baru pada  proses sosial dan kebudayaan yang besar, tetapi yang terjadi dalam jangka waktu yang tidak terlalu lama disebut dengan inovasi atau innovation. Proses tersebut meliputi suatu penemuan baru, jalannya unsur kebudayaan baru yang tersebar ke lain-lain bagian masyarakat, dan cara-cara unsur kebudayaan baru tadi diterima, dipelajari dan akhirnya dipakai dalam masyarakat yang bersangkutan. Penemuan-penemuan baru sebagai sebab terjadinya perubahan-perubahan dapat dibedakan menjadi discovery dan invention.
Discovery adalah penemuan unsur kebudayaan yang baru, baik berupa alat, ataupun yang berupa gagasan yang diciptakan oleh seorang individu atau serangkaian ciptaan para individu.
Discovery baru menjadi invention kalau masyarakat sudah mengakui, menerima serta menerapkan penemuan baru itu. Sering kali proses dari discovery sampai ke invention membutuhkan suatu rangkaian penciptaan.
      Beberapa jenis penemuan baru dapat pula mengakibatkan satu jenis perubahan sebagai berikut. Misalnya penemuan telepon dan sebagainya menyebabkan tumbuhnya lebih banyak pusat kehidupan di daerah pinggiran kota.
·         Pertentangan masyarakat atau konflik masyarakat
Pertentangan mungkin terjadi antara individu-individu dengan kelompok atau bahkan kelompok dengan kelompok. Pertentangan masyarakat mungkin pula menjadi sebab terjadinya perubahan sosial dan kebudayaan. Segala kegiatan didasarkan pada kepentingan masyarakat. Tidak jarang timbul pertentangan antara kepentingan individu dengan kepentingan kelompoknya.

2.      Faktor Eksternal
Suatu perubahan sosial dan kebudayaan dapat pula bersumber pada sebab-sebab yang berasal dari luar masyarakat itu sendiri, antara lain sebagai berikut.
·         Lingkungan fisik
Terjadinya gempa bumi, topan, banjir yang berasal dari lingkungan alam fisik dan disekitarnya yang menyebabkan masyarakat-masyarakat yang mendiami daerah-daerah tersebut terpaksa meninggalkan tempat tinggalnya.
·         Peperangan
      Peperangan selalu berdampak pada tingginya angka kematian, rusaknya berbagai sarana dan prasarana kebutuhan hidup sehari, hari, terjadinya kekacauan ekonomi dan sosial, serta tergoncangnya mental penduduk sehingga merasa frustrasi dan tidak berdaya.
·         Pengaruh kebudaayaan lain
Apabila sebab-sebab perubahan bersumber pada masyarakat lain, itu mungkin terjadi karena kebudayaan dari masyarakat lain melancarkan pengaruhnya. Hubungan yang dilakukan secara fisik antara dua masyarakat mempunyai kecenderungan untuk menimbulkan pengaruh timbal balik. Artinya, masing-masing masyarakat mempengaruhi masyarakat lainnya, tetapi juga menerima pengaruh dari masyarakat yang lain.
      Namun apabila hubungan tersebut berjalan melalui alat-alat komunikasi massa, ada kemungkinan pengaruh itu hanya datang dari satu pihak saja, yaitu dari masyarakat pengguna alat-alat komunikasi tersebut. Sementara itu, pihak lain hanya menerima pengaruh tanpa mempunyai kesempatan memberikan pengaruh balik.
Pengaruh dari masyarakat tersebut diterima tidak karena paksaan, hasilnya dinamakan demonstration effect.
      Di dalam pertemuan dua kebudayaan tidak selalu akan terjadi proses saling mempengaruhi. Kadangkala pertemuan dua kebudayaan yang seimbang akan saling menolak. Keadaan semacam itu dinamakan cultural animosity. Namun, apabila salah satu dari dua kebudayaan yang bertemu mempunyai taraf teknologi yang lebih tinggi, maka yang terjadi adalah proses imitasi, yaitu peniruan terhadap unsur-unsur kebudayaan lain.
·         Terjadinya pemberontakan dean revolusi
Suatu revolusi dapat pula berlangsung dengan didahului oleh suatu pemberontakan (rebellion), yang kemudian menjelma menjadi revolusi. Terjadinya pemberontakan para petani di Banten pada tahun 1888 misalnya, telah didahului dengan suatu tindak kekerasan sebelum akhirnya menjadi suatu revolusi yang mampu merubah sendi-sendi kehidupan masyarakat di daerah tersebut.

D.    Tipe – tipe jenis perubahan sosial
Ditinjau dari aspek historis, terjadinya perubahan sosial adalah suatu proses yang akan berlangsung terus sepanjang kehidupan manusia. Sementara ditinjau dari aspek bentuknya, terjadinya perubahan sosial itu akan meliputi:
a.       Perubahan Lambat (Evolusi) dan Perubahan Cepat (Revolusi)
Proses perubahan sosial berlangsung secara lambat dan memerlukan waktu yang lama, di dalamnya juga terdapat serentetan perubahan-perubahan kecil yang saling mengikuti secara lambat, maka perubahan semacam itu dinamakan evolusi. Perubahan secara evolusi biasanya terjadi dengan sendirinya, tanpa suatu rencana atau pun suatu kehendak tertentu. Perubahan-perubahan semacam ini berlangsung karena adanya upaya-upaya masyarakat untuk menyesuaikan diri dengan keperluan-keperluan,keadaan-keadaan dan kondisi-kondisi baru yang timbul sejalan dengan pertumbuhan masyarakat.
b.      Perubahan Kecil dan Perubahan Besar
Suatu perubahan dikatakan sebagai perubahan kecil apabila perubahan itu tidak sampai membawa pengaruh yang langsung atau berarti bagi masyarakat, sedangkan perubahan besar yaitu suatu perubahan apabila perubahan-perubahan tersebut mampu membawa pengaruh yang besar bagi masyarakat. Perubahan dalam model pakaian, gaya rambut atau model aksesoris Suatu perubahan dalam  mode pakaian, gaya rambut, dan model aksesoris misalnya, tidak akan membawa pengaruh yang berarti bagi masyarakat dalam keseluruhannya, oleh karena tidak mengakibatkan perubahan-perubahan dalam lembaga-lembaga kemasyarakatan. Namun sebaliknya, suatu proses industrialisasi pada masyarakat yang agraris misalnya, merupakan perubahan yang akan membawa pengaruh yang besar pada masyarakat yang bersangkutan. Dalam proses tersebut (industrialisasi),diperkirakan berbagai lembaga-lembaga kemasyarakatan akan terpengaruh olehnya, seperti misalnya hubungan kerja, sistem milik tanah, hubungan-hubungan kekeluargaan, stratifikasi sosial, dan sebagainya. Dengan demikian terjadinya proses industrialisasi pada masyarakat yang masih agraris merupakan suatu perubahan sosial yang besar bagi masyarakat yang bersangkutan.
c.       Perubahan yang Dikehendaki (direncanakan) dan Perubahan yang Tidak Dikehendaki (tidak direncanakan).
Perubahan sosial dapat berlangsung karena dikehendaki atau direncanakan (intended change), dan dapat pula tidak dikehendaki atau tanpa suatu perencanaan (unintended change). Walaupun suatu perubahan sosial telah direncanakan ke arah suatu tujuan yang hendak dicapai, namun perubahan yang terjadi tidak selamanya berhasil seperti yang dikehendaki. Oleh karena itu, keberhasilan suatu perubahan sosial yang direncanakan akan banyak bergantung kepada kemampuan rekayasa sosial yang dilakukan oleh para perencana sosialnya.
Perubahan yang dikehendaki atau direncanakan merupakan perubahan yang diperkirakan (telah direncanakan) terlebih dahulu oleh pihak-pihak yang hendak mengadakan perubahan dalam masyarakat. Pihak-pihak yang menghendaki suatu perubahan biasanya menyebut para perencana sosial, yakni seseorang atau sekelompok orang yang mendapat kepercayaan dari masyarakat sebagai pemimpin satu atau lebih lembaga-lembaga kemasyarakatan. Dengan demikian, dalam konteks perubahan yang dikehendaki maka pada perencana sosial inilah yang akan memimpin masyarakat dalam merubah sistem sosialnya.Dalam melaksanakan tugasnya, pihak yang berkaitan langsung terjun langsung untuk mengadakan perubahan, bahkan mungkin menyebabkan perubahan-perubahan pula pada lembaga-lembaga kemasyarakatan lainnya. Selain itu, suatu perubahan yang dikehendaki atau yang direncanakan, selalu berada di bawah pengendalian serta pengawasan dari perencanaan sosial tersebut. Dalam ilmu sosiologi, cara-cara untuk mempengaruhi masyarakat dengan sistem yang teratur dan direncanakan terlebih dahulu sebagaimana dijelaskan di atas, dinamakan social planning (perencanaan sosial) atau social engineering (perekayasaan sosial).
            Sedangkan perubahan yang tidak dikehendaki (meskipun telah diperhitungkan sebelumnya oleh para pelopor perubahan), dan yang merupakan akibat dari perubahan-perubahan yang dikehendaki, misalnya saja hilangnya wewenang para petugas pamong praja di dalam pemerintahan desa, bertambah pentingnya peranan dukuh yang menyebabkan berkurangnya ikatan antara kekuatan sosial yang merupakan masyarakat desa, serta secara berangsur-angsur, hilangnya peranan kaum bangsawan sebagai warga kelas sosial yang tinggi dalam masyarakat.
Suatu perubahan yang dikehendaki dapat timbul sebagai suatu reaksi (yang direncanakan) pada perubahan-perubahan sosial dan kebudayaan yang terjadi sebelumnya, baik yang merupakan perubahan yang dikehendaki maupun yang tidak dikehendaki. Dalam hal terjadinya perubahan-perubahan yang dikehendaki, maka perubahan-perubahan yang kemudian muncul merupakan perkembangan lebih lanjut dari proses perubahan sebelumnya. Sedangkan bila sebelumnya terjadi perubahan-perubahan yang tidak dikehendaki, maka perubahan yang dikehendaki dapat ditafsirkan sebagai suatu pengakuan terhadap perubahan-perubahan sebelumnya, agar kemudian diterima secara luas oleh masyarakat.
Dalam perkembangan selanjutnya, perubahan-perubahan yang tidak dikehendaki itu pun akhirnya diakui dan dilegal-kan (dikuatkan) oleh pengadilan, yakni sebagaimana dapat dilihat dari keputusan-keputusannya di seputar hukum adat waris. Bahkan di tingkat pemerintahan pusat (negara), keadaan tersebut kemudian disyahkan oleh Ketetapan MPRS Nomor 2 Tahun 1960, yang antara lain menegaskan bahwa semua warisan adalah untuk anak-anak (tanpa membedakan antara anak laki-laki atau perempuan) dan juga janda.

E.     Partisipasi warga/komunitas
Partisipasi warga terjadi ketika individu mengambil bagian dalam pengambilan keputusan dalam komunitas : kelompok, organisasi, lokalitas, atau unit yang lebih besar. Itu tidak sama dengan pelayanan masyarakat. Itu adalah perilaku, dan dapat menjadi sarana untuk membuat keputusan atau akhir atau nilai tentang bagaimana keputusan harus dibuat.
Partisipasi masyarakat tidak hanya menyumbangkan waktu atau sumber daya, namun terjadi ketika warga mengambil bagian dalam pengambilan keputusan bagi masyarakat. Membantu dengan kelas TK field trip atau dengan kegiatan rekreasi di panti jompo merupakan pelayanan masyarakat, tapi bukan partisipasi. Partisipasi masyarakat juga bukan hanya dukungan sosial atau saling membantu di antara anggota kelompok. Partisipasi melibatkan warga negara atau anggota masukan untuk keputusan kelompok, bukan hanya saling mendukung penyesuaian individu. Akhirnya, partisipasi warga termasuk namun tidak terbatas pada partisipasi pemilu, seperti voting. Psycologists masyarakat biasanya tertarik pada bentuk partisipasi yang melampaui sekedar suara.  Partisipasi adalah aprocess, itu bukan karakteristik statistik orang atau organisasi. Hal ini terjadi dalam keragaman bentuk. Melayani pada koalisi masyarakat untuk mengatasi pencegahan penyalahgunaan narkoba, menulis surat kepada editor, memperdebatkan anggaran pada pertemuan dewan sekolah, ard bersaksi di audiensi publik tentang zonasi tata cara yang diusulkan berbagai bentuk partisipasi warga Penyalahgunaan obat, menulis surat kepada editor, memperdebatkan anggaran pada pertemuan dewan sekolah, dan bersaksi di audiensi publik tentang zonasi tata cara yang diusulkan berbagai bentuk partisipasi warga (Wandersman, 1984) Sebagai sarana, partisipasi sering didorong sebagai teknik: Misalnya, keputusan atau rencana ditingkatkan karena warga terkena dampaknya berpartisipasi dalam membentuk, atau komitmen warga negara untuk keputusan lebih besar jika mereka memiliki masukan dalam membuat. Sebagai akhir, partisipasi warga adalah nilai yang akan diberlakukan, sering dianggap sebagai salah satu kualitas penting dari sebuah masyarakat demokratis, terlepas dari apakah itu menghasilkan manfaat praktis sebagai teknik.  Akhir ini perbedaan artinya- bukan hanya akademis. Pertama, partisipasi tidak alwalys sarana untuk keputusan yang lebih baik, terutama jika konflik meletus dan tidak diselesaikan, pr jika keahlian valid diabaikan. Kedua, partisipasi dan efisiensi mungkin berakhir bertentangan untuk organisasi masyarakat. (1993) penelitian Riger di organisasi gerakan feminis (misalnya, pusat perempuan, tempat penampungan bagi perempuan menjadi lebih baik, dan pusat krisis perkosaan) menunjukkan bahwa memaksimalkan partisipasi anggota organisasi dalam pengambilan keputusan dapat meminta pertemuan panjang dan mengganggu thev paling efisien penggunaan sumber daya organisasi (uang, waktu staf, keahlian). Akhirnya, banyak masyarakat, termasuk demokrasi Barat, mendukung dengan cita-cita bersaing. Partisipasi masyarakat bersaing dengan efisiensi ekonomi, keterbatasan anggaran, pergeseran perhatian publik terhadap masalah sosial / masyarakat, dan pengaruh para ahli dan pelobi dalam mempengaruhi keputusan publik.


BAB III
PENUTUP
4.1  Kesimpulan
Setelah melakukan analisis yang mendalam terhadap makalah ini, maka kami menarik kesimpulan bahwa, pengertian komunitas menurut Kertajaya Hermawan adalah sekelompok orang yang saling peduli satu sama lain lebih dari yang seharusnya, dimana dalam sebuah komunitas terjadi relasi pribadi yang erat antar para anggota komunitas tersebut karena adanya kesamaan interest atau values.
Pengertian perubahan sosial adalah perubahan hubungan sosial yang terjadi pada masyarakat yang mencakup perubahan dalam struktur dan fungsi dari suatu masyarakat, ataupun karena terjadinya perubahan dari faktor lingkungan, karena berubahnya komposisi penduduk, keadaan geografis, serta berubahnya sistem hubungan sosial, maupun perubahan pada lembaga kemasyarakatannya.
Perubahan sosial dapat disebabkan oleh faktor-faktor yang berasal dari dalam masyarakat itu sendri (internal) atau faktor-faktor yang berasl dari luar masyarakat (eksternal).
Partisipasi warga terjadi ketika individu mengambil bagian dalam pengambilan keputusan dalam komunitas : kelompok, organisasi, lokalitas, atau unit yang lebih besar. Apabila seseorang tidak mampu dalam menyesuaikan diri dengan perubahan disebut maladjusment. Maladjusment akan menimbulkan disintegrasi. Penerimaan masyarakat terhadap perubahan sosial dapat dilihat dari perilaku masyarakat yang bersangkutan. Apabila perubahan sosial tersebut tidak berpengaruh masyarakat akan positif. Namun, jika perubahan sosial budaya tersebut menyimpang atau berpengaruh pada nilai dan norma maka perilaku masyarakat akan negatif.

4.2  Saran
Karena masyakat merupakan salah satu faktor yanag mempengaruhi terjadinya perubahan sosial, maka :
1.      Sebaiknya masyakat dapat mendukung perubahan kearah kemajuan dengan cara berperan ikut aktif mewujudkan komunitas yang didalamnya terdapat masyakat yang berkembang untuk lebih maju.
2.      Walaupun dalam kehidupan terjadi perubahan seiring perkembangan zaman, namun seharusnya masyarakat didalam komunitas tidak melupakan dan meninggalkan kebudayaan nenek moyang , dan sebaliknya masyakat didalam komunitas harus dapat melestarikan dan mengembangkan kebudayaan yang ada



  

DAFTAR PUSTAKA

·         Dalton, James H, Maurice J. Elias, Abraham Wandersman. 2001. Community Psychology (Linking Individuals and Communities). USA: Thomson Learning